Ningsih (dicintai setiap orang), Barokah (terberkati), Prasojo (bersahaja) , Marem (kepuasan), Bejo (beruntung), Sami-Sami (penerimaan dan pemberian diri tanpa syarat), Gemah Ripah (subur makmur), dan Prihatin (bermati raga) merupakan beberapa slogan yang terdapat pada slebor becak yang sering saya jumpai.
Manggihaken kabegjan ing sak lebeting kekirangan lan kabegjan iku tansah ana kekurangane, (menemukan kebahagiaan dalam kekurangan dan kebahagiaan hidup itu senantiasa tidak sempurna), itulah pandangan hidup orang Jawa yang tertuang pada slebor becak di atas.
Jadi, menaiki becak di kota Jogjakarta tidak hanya sekedar menikmati indahnya kota, tapi juga belajar memahami kearifan dan filosofi warga Jogjakarta.




